PSN SMKN 42

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di SMKN 42 Jakarta
Kamal Raya, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat
Kamis 25/04/2019

Permasalahan DBD (demam berdarah) sangat kompleks yang menyangkut berbagai aspek sehingga memerlukan penanganan multi sektor baik pemerintah, swasta, LSM maupun masyarakat. Penyakit tersebut sampai saat ini belum ada vaksinnya dan belum ada pengobatan yang spesifik. Oleh karena itu upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi kasus DBD adalah meningkatkan upaya pencegahan (promotif dan preventif). Mengingat hal tersebut sangatlah penting, maka SMK Negeri 42 Jakarta bekerja sama  mengadakan program kerja yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tanggal 25 April 2019.  Kegiatan ini dilakukan di Desa Banyubiru dengan sasaran rumah warga sekitar. Mahasiswa dan Tim dari Puskesmas membagi kelompok untuk mendatangi rumah warga dan memeriksa apakah ada jentik-jentik nyamuk di sekitar rumah. Seperti kamar mandi, selokan, dan saluran air lainnya. Jika ditemui jentik, maka segera ditetesi abate.

PSN adalah upaya untuk mengurangi jumlah nyamuk dengan melakukan pemberantasan jentiknya. Karena fogging yang selama ini dilakukan tidak bisa membunuh semua nyamuk dewasa yang ada sedangkan satu nyamuk bisa bertelur sebanyak 100 buah. Bisa dibayangkan jika kita tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk, maka populasi nyamuk jumlahnya bisa semakin bertambah banyak. Tempat perindukannya atau sarang nyamuk aedes aegypti adalah genangan air jernih yang tidak terkena tanah (bersinggungan tanah) dimana jumlah sarang nyamuk ini meningkat pada saat musim hujan. Perkembangan hidup nyamuk dari telur menjadi nyamuk dewasa sekitar 10-12 hari, karena itu maka kegiatan PSN harus dilakukan minimal seminggu sekali.

Pemberantasan Sarang Nyamuk yang dilakukan populer dengan istilah 3M PLUS yaitu:

  1. Menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air seperti bak mandi atau WC, drum, penampungan air AC, Kulkas dan lain-lain seminggu sekali.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti gentong air/tempayan, tempat air suci atau tirta, dan lain-lain.
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, ban bekas, botol bekas, dan lain-lain.

Melalui kegiatan ini pula warga dapat menyadari bahwa hal yang disepelekan seperti genangan-genangan air dan tidak menguras bak mandi dapat menumbuhkan jentik nyamuk sehingga terserang penyakit DBD.

 

Tulisan ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *