PENDALAMAN MATERI PERSIAPAN KOMPETENSI LITERASI & NUMERASI TAHUN 2022

Join Zoom Meeting
https://bit.ly/pmLinumerasi2022

Meeting ID: 471 784 6568
Passcode: smkn42

PENDALAMAN MATERI PERSIAPAN KOMPETENSI LITERASI & NUMERASI PELAJARAN MATEMATIKA 16 MARET 2022

PENDALAMAN MATERI PERSIAPAN KOMPETENSI LITERASI & NUMERASI PELAJARAN MATEMATIKA 15 MARET 2022

PENDALAMAN MATERI PERSIAPAN KOMPETENSI LITERASI & NUMERASI PELAJARAN BAHASA INDONESIA 14 MARET 2022

PENDALAMAN MATERI PERSIAPAN KOMPETENSI LITERASI & NUMERASI PELAJARAN BAHASA INDONESIA 11 MARET 2022

PENDALAMAN MATERI PERSIAPAN KOMPETENSI LITERASI & NUMERASI PELAJARAN BAHASA INGGRIS 10 MARET 2022

Ditulis pada Kurikulum | Tinggalkan komentar

Lowongan Kerja PT. PRO EXCELLA PRIMA

PT. PRO EXCELLA PRIMA

PEP Consult
Head Office
Centennial Tower Level 29 Jl. Jendral Gatot Subroto No. 27
Jakarta Selatan 12950

Branch Office
Ruko Elang Laut Bulevard Blok A No. 16 Jl. Pantai Indah Selatan I
Pantai Indah Kapuk
Jakarta Utara 14460

WA ke +62 877-7708-6387 No Ibu Lidia Dari PT. PRO EXCELLA PRIMA
Lamaran lengkap di kirim ke alamat email : taxattorney.pepadm@gmail.com
berupa :
1. Surat Lamaran Kerja
2. Daftar Riwayat Hidup
3. Foto 4×6
4. Fotocopy KTP & KK
5. Laporan Prestasi Belajar Terakhir

Jakarta 9 Maret 2022
Terima Kasih

Ditulis pada Humas DUDI, Pesan, Umum | Tinggalkan komentar

Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah ( Bos ) Reguler Tahun 2021

sekolah berdasarkan jumlah murid yang ada di sekolah tersebut. BOP diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Besarnya BOP digunakan dalam pembiayaan yang meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap.

Biaya Operasional Pendidikan (BOP) merupakan program bantuan Pemerintah Daerah untuk meringankan beban orang tua terhadap pendidikan anaknya.  BOP ini diberikan ke sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar (SD dan SMP) maupun tingkat menengah (SMA/SMK).  Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota harus tetap menyediakan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) setiap tahun sebagai sumber utama pembiayaan sekolah yang dianggarkan melalui APBD setempat.

Selain itu Pemerintah Daerah harus memperhatikan tentang kebutuhan dana BOP. ermasuk kepekaan pemerintah daerah dalam memastikan dana BOP berjalan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Disamping adanya tanggungjawab pemerintah untuk menindaklanjuti jika ada indikasi penyimpangan yang berasal dari laporan masyarakat.

Untuk lebih lengkap penggunaan dana BOP SMKN 42 silahkan lihat di link berikut:

BOP 2021

Dana Bantuan Operasional Sekolah yang selanjutnya disebut Dana BOS adalah dana yang digunakan terutama untuk mendanai belanja nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai pelaksana program wajib belajar, dan dapat dimungkinkan untuk mendanai beberapa kegiatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Petunjuk teknis (juknis) mengenai pengelolaan Dana BOS reguler diatur dalam Permendikbudristek Nomor 2 tahun 2022. Dana BOS Reguler adalah Dana BOS yang dialokasikan untuk membantu kebutuhan belanja operasional seluruh peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Untuk lebih lengkap penggunaan dana BOS SMKN 42 silahkan lihat di link berikut:

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab
Ditulis pada Dinas, Umum | Tinggalkan komentar

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengkhawatirkan bahwa baru ada sekitar 40% sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Jadi ada 60% sekolah kita yang sebenarnya sudah boleh menerapkan PTM tapi yang belum melakukan PTM,” kata Nadiem dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9).

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

 

 

Ditulis pada Kurikulum, Umum | Tinggalkan komentar

Jadwal Pelaksanaan ANBK AKM 2021

Berikut kami informasikan terkait ujian Gladi ANBK AKM 2021 yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 September atau 8 – 9 September 2021. jadwal tersebut bisa saja dibatalkan dan diundur pada waktu yang belum bisa ditentukan dikarenakan situasi yang lagi PPKM saat ini.

Untuk persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional pemutakhiran data pada web ANBK dapat dilakukan sesuai jadwal yang tercantum di bawah. Silahkan mengecek kembali data komputer proktor, penempatan peserta, gelombang dan sesi

Berikut tanggal-tanggal penting pelaksanaan Asesmen Nasional

Pelaksanaan ANBK-SMK

NO. TANGGAL KEGIATAN
1. 10 – 13 September Pemutakhiran Data Web ANBK
2. 17 – 19 September Sinkronisasi AN SMK/Paket C
3. 20 – 21 September Pelaksanaan AN SMK/Paket C gel. I
4. 22 – 23 September Pelaksanaan AN SMK/Paket C gel. II

 

Ditulis pada Umum | Tinggalkan komentar

Integrasi materi MITIGASI & TANGGAP BENCANA kedalam Silabus & RPP

Hari/Tanggal: Kamis, 26 Agustus 2021
Waktu: 13.00 – 15.00
Kegiatan: Integrasi materi MITIGASI & TANGGAP BENCANA kedalam Silabus & RPP
Nara Sumber: Bpk Ngatimin, S.Pd (Pengawas SMK)

Ditulis pada Umum | Tinggalkan komentar

Platform Pendidikan untuk Indonesia

smkn42jkt.pijarsekolah.id
Digitalisasi, Edukasi, Berprestasi!

Pijar Sekolah adalah sebuah platform  pendidikan dibawah naungan Telkom Indonesia yang dapat membantu sistem pembelajaran digital terpadu yang mendukung pihak sekolah dalam menciptakan pembelajaran digital yang seru dan menyenangkan. Pijar Sekolah memiliki ribuan konten digital yang menarik, mulai dari Buku Digital Interaktif, Buku Digital, Video Pembelajaran, hingga Laboratorium Maya yang bisa dimanfaatkan oleh semua siswa untuk mendukung mereka dalam belajar di sekolah.

Selain menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, Pijar Sekolah hadir untuk membantu pihak sekolah dalam melakukan pelaksanaan ujian. Melalui Pijar Sekolah, pihak sekolah dengan mudah melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Aplikasi (UBK), dan memudahkan para guru dalam membuat soal, melakukan penjadwalan ujian, mengawasi ujian, dan memeriksa hasil ujian.

Selain itu, pihak sekolah dapat terbantu dalam pengelolaan administrasi dan juga operasional, serta manajemen sekolah melalui fitur Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sekolah. Melalui fitur ini tentu akan memudahkan pihak sekolah, khususnya guru dalam melakukan reporting data yang dibutuhkan. Report absensi, hingga nilai siswa semuanya bisa dengan mudah diolah melalui fitur ini.

Telkom Indonesia, melalui Pijar Sekolah, memiliki visi dan misi untuk membuat pendidikan di Indonesia lebih merata dan melek teknologi. Masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) pun bisa ikut merasakan pendidikan seperti sekolah yang berada di wilayah urban. Kami memberikan kesempatan yang merata untuk semua sekolah di Indonesia untuk sama-sama bergerak menuju Pendidikan 4.0.

Ditulis pada Jurusan, Kesiswaan, Kurikulum, LSP, Umum | Tinggalkan komentar

AKM – AN & UN

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kompetensi mendasar literasi membaca dan numerasi siswa.
  2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa
  3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.

Seiring disosialisasikannya Asesmen Nasional, telah banyak respons yang disampaikan terkait konsep dan pelaksanaannya. Siswa, orangtua, guru, bahkan kepala sekolah mulai gelisah terkait penghapusan Ujian Nasional dan pemberlakuan Asesmen Nasional.

Asesmen Nasional dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau: (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu).
  2. Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter siswa.
  3. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

beberapa poin evaluasi berikut ini juga menjadi pertimbangan untuk menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional dan menetapkan penyelenggaraan Asesmen Nasional.

Pertama, Butir-butir soal UN hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, sehingga input dan proses pembelajaran kurang dapat tergambarkan dengan baik. Hal ini belum sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kompetensi lain yang relevan dengan Abad 21, sebagaimana tercermin pada Kurikulum 2013. Harapan untuk mengevaluasi keterampilan siswa dalam menerapkan pengetahuan serta konsep melalui berbagai konteks kehidupan, serta menunjukan karakter sebagaimana yang diharapkan dalam profil pelajar pancasila belum lengkap dilakukan melalui UN saja.

Kedua, UN kurang dapat dimanfaatkan guru untuk memperbaiki pembelajaran pada subjek siswa yang sama. Asesmen Nasional dirancang untuk memberi dorongan lebih kuat ke arah pengajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi, termasuk di dalamnya kemampuan bernalar.

Ketiga, UN kurang optimal sebagai alat untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara nasional. Hal ini disebabkan UN diterapkan di akhir jenjang pendidikan lebih sebagai assessment of learning yang mengukur capaian akhir, bukan sebagai sebagai assessment for learning, yang mengukur proses pembelajaran. Hasil UN tidak bisa digunakan untuk mengakomodir kebutuhan belajar yang diperlukan siswa.

Pemberlakuan Asesmen Nasional ini merupakan sinyalemen yang kuat dari pemerintah untuk terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Dan dari ketiga poin tersebut, maka sesungguhnya yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi Asesmen Nasional adalah pemahaman mengenai tujuan dan manfaat Asesmen Nasional, serta implikasinya pada perubahan praktik dan strategi pembelajaran di kelas. Siswa, guru, orangtua, kepala satuan pendidikan tidak lagi direkomendasikan untuk berlatih soal-soal persiapan AKM sebagaimana penilaian yang berbasis ujian.

Berikut penjelasan setiap poin pembeda AN dan UN:

  1. Tujuan penyelenggaraan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional tidak sama. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan di Indonesia, sedangkan Ujian Nasional bertujuan untuk mengevaluasi capaian hasil belajar siswa secara individu.
  2. AN diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. Ini termasuk MI, MTS dan MAN, serta program kesetaraan. Sementara UN pada Sekolah Dasar tidak diwajibkan, tetapi lebih mengarah pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional.
  3. Asesmen Nasional tidak diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan sebagaimana Ujian Nasional, melainkan di tengah jenjang pendidikan. Yaitu pada kelas 5, 8, 11. Hal ini dilakukan untuk mendorong guru dan sekolah melakukan tindak lanjut perbaikan mutu pembelajaran setelah mendapatkan hasil laporan AN. Jadi bukan sekedar untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa sebagai salah satu syarat kelulusan.
  4. Pada pelaksanaannya, Asesmen Nasional menggunakan metode survei. Metode survei dilakukan dengan mengambil sampel siswa diambil secara acak dari setiap sekolah. Berbanding terbalik dengan Ujian Nasional yang menggunakan metode sensus dimana semua siswa di seluruh Indonesia wajib mengikutinya.
  5. Model soal asesmen yang diberikan dalam AN lebih bervariasi bukan sekedar pilihan ganda dan uraian singkat sebagaimana yang diberikan dalam UN.
  6. Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca dan numerasi. Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Sementara Ujian Nasional berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu. Hal inilah yang terkadang memberi kesan mata pelajaran yang penting dan kurang penting dalam pendidikan. Dalam hal ini, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.
  7. Metode penilaian AN dan UN pun berbeda meskipun keduanya berbasis komputer. AN menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT). MSAT ialah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, dimana setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya.
Ditulis pada Kurikulum, Umum | Tinggalkan komentar

Pelepasan Siswa SMKN42 Jakarta

Ditulis pada Umum | Tinggalkan komentar

JADWAL PAT 2021

 

Ditulis pada Umum | Tinggalkan komentar